Postingan

Menampilkan postingan dari 2017
PENA SAJAK

TERPERANGKAP CINTA GADIS SANDLEWOOD

TERPERANGKAP CINTA GADIS SANDLEWOOD “Masih terlalu dini aku memikirkan tentang cerita yang akan dirajut nanti”gerutu Firman dalam hati. Pikiran masih tak karuan. Bayangan wajahnya terus menghantui alam khayalan Firman. Sejak Raldy memberi nomor handphone cewek itu, catatan harian Firman terus digoreskan dengan kisah romantis. Mungkin ini adalah tandanya. Tapi masih mungkin. Terkadang kemungkinan itu masih belum bisa dipastikan kebenaran adanya. Wajah yang semulanya kusut akibat tragedi cinta yang menyedihkan dengan si gadis cantik asal Adonara, kembali berubah. Senyum. Humoris. Yang menjadi kekhasan Firman kian  tergambar. Kali ini bukan gadis Adonara lagi yang berhasil membuat ia bangkit dari kesedihannya. Tapi gadis pulau sandlewood. Berparas ayu, pemilik kulit hitam manis, dengan bintikan jerawat yang menghiasi wajahnya. Namun jerawat tak mampu mengalahkan pesona cantik wajahnya. Ia memang cantik rupawan. Menyaingi wanita lainnya yang kini sedang berkiprah di dunia entertainm...
“ PELUKAN TERAKHIR ” Senja kini menyapa buana, pijaran mentari   kuning keemasan di ufuk barat seakan melambaikan tangannya tanda perpisahan dengan semua makhluk di bumi. Sepoian angin yang berhembus mesrah menembusi sum-sum tulang menyebar ke seluruh raga ini.   Desiran ombak pantai yang menerpa karang tempat pijakanku senja itu membuatku semakin bingung dalam balutan perasaan   yang tak menentu. Ku coba tuk membuang kegalauan yang merasuki kalbu ini ke samudera raya yang membentang luas   di hadapanku tapi aku tak kuasa.   Kini tak ada lagi kata sesejuk embun ataupun untaian kalimat bermakna yang membelai relung, pasrah pada nasib adalah satu-satunya jalan. Setiap lelaki dalam hidupnya memiliki tiga agenda besar: ia ingin   sungguh terjun terlibat dalam sebuah pertempuran, ia ingin membela si cantik, dan ia juga ingin bergerak   hidup dalam sebuah petualangan. Telah tiga tahun lamanya petualangan cintaku bersama Astra si gadis cantik asal A...
KAMI ANAK SIAPA ???? Debu ramai menari   di alam Mata pudar Tangan gemetar Nurani terlanda kabut Punggung sarat caci maki             Di ujung sana             Lolongan anjing terdengar jelas             Di tebing-tebing terjal             Hati menari sisa sepi             Menghibur nurani Air mataku enggan tergugah Aku hanya menulis tanya sajak Bagi para penguasa peradaban Kami anak siapa? Mungkin anak haram semesta!!!             Ku berkisah dalam rima             Mungkin tak beraturan             Untuk meng...
AKU DAN RINTIKAN HUJAN Awan hitam kembali menguasai langit kota Malang. Jarum jam di sore itu tepat berada diangka empat. Masih dalam kesibukan, aku seolah-olah tak menghiraukan cuaca disore hari. Bermain game, menonton film di laptop itulah kesibukan yang sengaja aku ciptakan didalam kamar kontrakanku kala dalam kesendirian. Deru guntur beserta sambaran kilat kian terus mengguncang alam jagat raya. Bila dibayangkan bagaikan serangan udara tentara Belanda tempo itu. Aku tak tahu harus menciptakan kesibukan apalagi selain yang telah aku ciptakan. Ku terus berpikir dan berpikir. Otakku terus berputar tak ada capeknya. Tiba-tiba terdengar tetesan air mengenai atap kontrakanku. Aku kembali sadar, ternyata guntur dan kilat adalah jelmaan dari alarm alam. Dengan cekat, aku   berlari kecil menuju tempat jemuran. Syukur hujannya belum seberapa. Sehingga pakaianku selamat, gumamku dalam hati. Masih dalam kesendirian. Aku berlangkah menuju pintu depan kontrakan. Berlahan ku menatap,...