TERPERANGKAP CINTA GADIS SANDLEWOOD

TERPERANGKAP CINTA GADIS SANDLEWOOD
“Masih terlalu dini aku memikirkan tentang cerita yang akan dirajut nanti”gerutu Firman dalam hati. Pikiran masih tak karuan. Bayangan wajahnya terus menghantui alam khayalan Firman. Sejak Raldy memberi nomor handphone cewek itu, catatan harian Firman terus digoreskan dengan kisah romantis. Mungkin ini adalah tandanya. Tapi masih mungkin. Terkadang kemungkinan itu masih belum bisa dipastikan kebenaran adanya. Wajah yang semulanya kusut akibat tragedi cinta yang menyedihkan dengan si gadis cantik asal Adonara, kembali berubah. Senyum. Humoris. Yang menjadi kekhasan Firman kian  tergambar. Kali ini bukan gadis Adonara lagi yang berhasil membuat ia bangkit dari kesedihannya. Tapi gadis pulau sandlewood. Berparas ayu, pemilik kulit hitam manis, dengan bintikan jerawat yang menghiasi wajahnya. Namun jerawat tak mampu mengalahkan pesona cantik wajahnya. Ia memang cantik rupawan. Menyaingi wanita lainnya yang kini sedang berkiprah di dunia entertainment. Tak heran bila tak sedikit lelaki yang ingin memilikinya. Firman menjadi salah satu dari para lelaki itu.
Sulit bagi Firman menafsirkarkan gelora batinnya saat ini. Seakan seperti terjangan gelombang laut disaat perpaduan musim angin dan hujan. Ia bingung dari mana mulainya. Kalimat yang telah disusun rapi menjadi buyar bak ceceran serpihan kaca. Malu. Gugup. Takut tak diterima. Campur menjadi satu. Kini ia berada didua pilihan. Berani atau membiarkannya. Namun bila ia membiarkannya, ia harus menerima kepahitan jika melihat gadis itu bersanding bersama laki-laki lain. Tidak. Harus berani. Seorang lelaki itu harus gantle. Ini demi sebuah kehormatan perasaan hati.  
Tampak burung-burung gereja beterbangan menghiasi dinding cakrawala disore itu. Firman menatap kagum melihat kegembiraan burung-burung gereja yang seakan tak punya beban dalam hidupnya. Ia begitu dihiburkan oleh alunan irama dari siulan-siulan burung-burung itu.” Ini adalah puncak dari petualang ku menjadi seorang musafir. Aku sudah menemukan pengisi dahaga cintaku. Tak boleh aku sia-siakan kesempatan ini”,batinnya. Sesaat ia berlangkah meninggalkan tempat pelepas keletihannya tadi. Ia berlangkah menuju garasi tempat sahabatnya yang selalu setia membawanya kemanapun hendak ia pergi. Tak berapa lama Firman meninggalkan garasi dengan motor kawasaki ninja hadiah pemberian kakeknya. Ia memacu adrenalin diatas motor yang telah menjadi sahabatnya.    
“Heii,,sobat...kok tumben masih sore sudah kesini” tegur Raldy setelah melihat sahabatnya Firman memasuki area halaman rumahnya.
“Wahh...baru tiba langsung dibilangin. Emangnya kau pikir aku laki-laki malam, apa..”balas Firman sambil melemparkan senyuman kepada sahabatnya.
“Yah...kurang lebih seperti itu,,jam segini kan masih belum jam keluarmu.....haahahahah....aku bercanda kawan” urai Raldy.
“Sobat ada yang mau aku ceritakan ke kamu....” ujar Firman tanpa ingin blak-blakan lebih lama lagi.
“Sudah ku duga. Pasti ada sesuatu yang mau diceritakan ke aku”
“Ahh...kamu sok tau aja”
“Yahhh..dari raut wajahmu aku sudah membacanya. Ceritain udah. Aku sudah tak sabar mendengarnya nihh,,,”
“Gini bro...saat ini ada yang aku rasa aneh dari perasaanku. Aku sangkah Cuma sesaat perasaan itu ada. Tapi dugaan itu salah. justru perasaan itu semakin bergelora dalam diri aku,,,kawan.”
“Ahh....lebay banget lu,, kayak cewek-cewek  saja”
“Kamu pikir itu hanya cewek yang miliki. Kita laki-laki juga bro. Kita sama-sama manusia, jadi wajarlah ada kesamaan seperti itu”
“Hahahaha....aku salut kamu bila berkata-kata seperti ini. Aku akui itu bidangnya kamu. Tapi aku belum akui kamu sebagai laki-laki bila tak berani sama cewek”
“Berarti selama ini kamu tak mengakui kodratnya aku sebagai laki-laki dong”
“Bukan gitu juga. Itu kan Cuma istilah anak jaman sekarang. Kalau kodrtanya aku akui kalau kamu laki-laki hahahaha....”
“Kamu dengar dulu dong,,,,,aku belum selesai ceritanya”
“Ia cerita udah. Eh,,,,tapi apa maksud dari perasaan yang kamu katakan tadi”
“Aku punya perasaan sama cewek yang kamu berikan nomor handphonenya ke aku tempo hari itu. Aku tak tahu sobat,,,kok sejak kenalan sama cewek itu,,aku rasa hari-hariku begitu cerah. Apa aku harus,.....”
“Trus sama cewek Adonara itu gimana?” potong Raldy
“Aku sudah bisa melepaskannya bro. Tak ada perasaan yang lebih lagi. Saat ini aku hanya menganggapnya sebagai teman. Itu saja. Tidak lebih.”
“Yang benar saja. Katanya tidak bisa move on dengan gadis asal adonara itu. Tidak  ada cewek lain yang mampu menepis perasaan itu dari cewek adonara”.
“Itu kan dulu. Sebelum aku mengenali cewek dari pulau sandlewood ini. Setelah aku mengenalinya ternyata aku memiliki perasaan yang sama seperti dengan Astra dulu”.
“Sekarang dari kamu saja. Apa kamu mau membawa hubungan kalian berdua ke arah yang lebih special atau gimana”.
“ Aku bingung bray....perasaan aku sama Astra itu masih ada”
“Kawan...aku sarankan lebih baik kamu memutarkan haluan perasaan itu. kan dia pernah bilang lebih baik kamu mencari yang lain. Jangan mengharapkan sesuatu yang tidak akan pernah pasti. Apalagi sekarang kamu dihadiahi cewek dari pulau sandlewood itu. kenapa kamu tidak menggapainya”
“Benar juga bro....aku harus bisa memutarkan haluan perasaan ini. Karena dermaga yang hendak aku berlabu tak memberikan setitik kesempatan pun bagiku”.
“Ahhhh...mulai sok puitis kamu”
“Hahaha.....seperti baru tahu saja. Kan dari dulu. Tapi thanks bray buat nasihatnya. You’re the best in my life brother. I’ll always remeber you ahahahahahaha........Kamu memang detektif cinta. Mampu menyelesaikan semua persoalan cinta....hahahahaha”
“Lebay lu....”
”Nggak apa-apa. Kan sesekali...hahahaha”
      Dunia ini memang menjadi pang      gung sandiwara. Ucapan yang sudah familiar ditelinga para pencari maupun penikmat cinta. Kali ini perspektif Firman sedikit menyimpang dari ucapan itu. Baginya dunia sungguh menjadi arena baginya untuk bertarung mendapat secuil cinta dari gadis manis asal pulau sanddlewood. Ia begitu yakin akan menjadi the champion. Apalagi setelah mendapat sedikit arahan dari sahabatnya Raldy, sang detektif cinta yang handal. Bayangan dunianya bersama Astra, gadis asal Adonara yang menjadi sanjungannya dulu berlahan ditepis oleh kedahsyatan gelora yang tak bisa dideteksi oleh alat teknologi canggih apapun dari gadis sandlewood. Entah ceritanya dulu berlahan terbenam di alam bawah sadar. Ia tak tahu. Bahkan tak memahami akan tragedi dahsyat ini. Sekarang yang ia pahami, hanyalah sajian lembaran polos yang disajikan baginya untuk di coret bersama gadis sandlewood itu. Bila ia berani mengungkapkannya. Mungkin inilah yang namanya kedahsyatan cinta. Ia tak memahami. Pengalaman pertama dalam hidup. Adanya pertarungan cinta yang begitu dahsyat antara dua gadis didalam dirinya. Dan berhasil dimenangi gadis yang tak pernah disangkahnya.
      Pada jagat raya yang terbentang luas, ia bersorak sembari berjanji akan menjaga mahligai itu, jika memang cintanya bersanding dalam raga gadis sandlewood. Ia tahu fenomena ini tak semudah membentangkan jala ikan di sepanjang lautan luas. Sifat tak mau tahu yang dimiliki gadis itu, menjadi rambu-rambu baginya untuk lebih berhati-hati mengucapkannya. Harus sungguh memahami metodenya. Ia paham ini tantangan yang besar. Namun baginya tantangan itu bukanlah menjadi penghambat melainkan menjadi titik acuan baginya untuk berjuang bukan lari. Baginya hidup itu adalah perjuangan. Vitae est militia. Jadi tak menutup kemungkinan ia akan memperjuangkan hal terbesar dalam hidupnya itu. Dalam perjuangannya itu ia pun memahami dunia ini begitu unik. Selain keunikan ras, suku, agama, adapula satu keunikan yang melampaui semuanya itu. Keunikan itu adalah cinta. Keunikan inilah yang menjadi alasan mengapa dua insan dipertemukan?. Hawa keunikan ini pula menjadi alasan mengapa Firman sungguh terjebak dalam ruang hati gadis sandlewood...........

******** THE END ********
  


Komentar